Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.
- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.
- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).
 
 
Anda mungkin pernah mendengar laporan yang saling bertentangan tentang apa yang dapat membantu Anda mencegah kanker. Masalah pencegahan kanker saat ini masih membingungkan. Namun Anda bisa meyakini hal ini, bahwa perubahan kecil dalam hidup Anda dapat membantu Anda mengurangi terkena resiko kanker.

Cobalah tujuh langkah berikut ini:
1. Jangan gunakan tembakau.
Semua jenis tembakau membawa Anda pada jalur kanker. Menolak tembakau adalah jalan terbaik untuk menghindarinya. Jadi baik mengunyah tembakau atau pun merokok, pastikan Anda tidak melakukannya lagi.
Merokok biasanya dikaitkan dengan kanker kandung kemih, leher rahim, esophangus, ginjal, mulut, pancreas, tenggorokan, dan saluran suara.
Bahkan jika Anda bukan perokok, pastikan Anda tidak menjadi perokok pasif. Hindari berada ditengah-tengah perokok.

2. Makan makanan sehat
Sekalipun memilih makanan sehat tidak bisa menjamin Anda tidak terkena kanker, namun hal ini membantu Anda mengurangi resiko.
American Cancer Society menyarankan Anda agar :
Makan sayur dan buah lima porsi atau lebih setiap hari. Selain itu makanlah padi-padian, dan kacang-kacangan beberpa kali sehari.
Batasi lemak. Hindari makanan berlemak tinggi, selain menghindari kanker hal ini juga menghindarkan Anda dari obesitas.
Hindari minuman ber-alkohol. Konsumsi alcohol memicu kanker tenggorokan, kerongkongan, ginjal, hati dan kanker payudara.

3. Tetap aktif dan menjaga berat badan yang sehat.
Menjaga berat badan dan berolahraga teratur sangat berperan penting dalam pencegahan kanker. Program olahraga yang aman tersedia hampir bagi setiap orang. Dokter Anda dan ahli terapi fisik bisa membantu Anda merancang olahraga yang tepat.

4. Lindungi kulit Anda dari matahari
Kanker kulit adalah alasan utama menghindari matahari, meskipun paparan sinar X atau kontak dengan bahan kimia tertentu dapat juga menjadi penyebab kanker.
Sebagian besar kulit terbuka, termasuk wajah, tangan, lengan, dan telinga.  Hampir semua kanker kulit dapat diobati, untuk itu sangat penting Anda melakukan deteksi dini. Tetapi untuk pencegahan, Anda bisa lakukan hal berikut:
Hindari keluar pada waktu puncak radiasi terjadi, hal ini mulai terjadi pukul 10 pagi - 4 sore.
Tetaplah ditempat teduh jika Anda berada di luar ruangan.
Tutupilah kulit Anda ketika berada di bawah sinar matahari langsung. Kenakan pakaian berwarna terang, dan pastikan lengan dan kaki Anda tertutup.
Jangan menghemat tabir surya. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15.
Jangan gunakan alat pencoklat kulit atau pemutih kulit, hal yang tidak terjadi alami, tidak sehat.

5. Lakukan imunisasi.
Kanker tertentu berhubungan dengan infeksi virus dan dapat dicegah dengan imunisasi. Beberapa imunisasi yang perlu Anda dapatkan adalah Hepatitis B, Human Papiloma Virus (HPV) untuk mencegah virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dan menyebabkan kanker serviks.

6. Hindari prilaku beresiko.
Jangan lakukan hubungan seksual yang beresiko tinggi. Selain itu kanker juga bisa disebarkan dengan penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi virus.

7. Periksakan diri Anda secara rutin
Pemeriksaan rutin bisa mendeteksi keberadaan kanker pada diri Anda sejak dini sehingga bisa meningkatkan kesempatan untuk pengobatan. Pemeriksaan harus meliputi, kulit, mulut, usus besar dan rectum. Jika pria termasuk dengan prostat, dan bila wanita termasuk leher rahim dan skrining payudara.

Pastikan Anda memperhatikan perubahan-perubahan dalam tubuh Anda, karena hal ini dapat membantu mendeteksi dini kanker.
 
 
kekurangan vitamin E juga bisa disebabkan kondisi medis seperti:
1.Menderita cystic fibrosis
Penyebabnya, penderita penyakit ini tidak bisa mencerna lemak dengan baik, sehingga tidak bisa menyerap cukup vitamin E.

2. Menderita chron's disease
Penderita penyakit ini tidak bisa menyerap cukup vitamin E lewat usus.

3. Menderita penyakit lever
Penderita penyakit lever tidak bisa menggunakan vitamin E dengan benar.

4. Sedang menjalani diet rendah lemak dan rendah kalori
Kurangnya lemak di dalam tubuh menyebabkan terganggunya pasokan vitamin E. Ini karena vitamin E termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Kita butuh sedikit lemak untuk bisa menyerap vitamin E.

5. Minum obat-obatan tertentu
Minum obat penurun kolesterol bisa menurunkan penyerapan vitamin E dan vitamin yang larut dalam lemak lainnya.